Pakan Ikan adalah bahan makanan tunggal atau campuran baik yang diolah maupun tidak yang diberikan pada ikan untuk kelangsungan hidup, pertumbuhan, pemulihan, dan berkembang biak baik berupa Pakan Ikan Alami atau Pakan Ikan Buatan ( Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 4 Tahun 2023)
Pakan ikan alami merupakan makanan ikan yang tumbuh di alam tanpa campur tangan manusia secara langsung. Pakan ikan alami biasanya digunakan dalam bentuk hidup dan agak sulit untuk mengembangkannya.
Pakan ikan buatan merupakan makanan ikan yang dibuat dari campuran bahan-bahan alami dan atau bahan olahan yang selanjutnya dilakukan proses pengolahan serta dibuat dalam bentuk tertentu sehingga tercipta daya tarik (merangsang) ikan untuk memakannya dengan mudah dan lahap.
Salah satu pakan ikan buatan yang paling banyak dijumpai di pasaran adalah pelet. Pelet adalah bentuk makanan buatan yang dibuat dari beberapa macam bahan yang diramu dan dijadikan adonan, kemudian dicetak sehingga merupakan batangan atau bulatan kecil-kecil. Ukurannya berkisar antara 1-2 cm.
Berdasarkan bentuknya, pakan ikan terbagi menjadi tiga jenis, di antaranya bentuk tepung (mash), bentuk butiran kecil (pelet), atau bentuk butiran pecah (crumble). Bentuk fisik pakan harus disesuaikan dengan umur dan bukaan mulut ikan. Jika pakan yang diberikan tidak sesuai dengan umur dan bukaan mulut, ikan akan kesulitan untuk mengonsumsinya.
Pakan yang berbentuk tepung (mash) merupakan pakan yang paling mudah diberikan. Pembudidaya bisa membeli pakan ini dalam bentuk tepung halus.
Pakan bentuk butiran kecil atau pelet terkenal lebih mahal dibandingkan pakan yang berbentuk tepung. Dalam butiran pelet, semua nutrisi sudah tersedia sehingga penggunaannya sangat memudahkan pembudidaya. Pakan ini sering digunakan untuk ikan konsumsi yang dipelihara di kolam konvensional atau keramba jaring apung.
Pakan yang berbentuk butiran pecah (crumble) adalah pakan yang dipecah. Tujuannya agar ukurannya jadi lebih kecil dan bisa dimakan oleh ikan.